Taman Sejarah Wisata Edukasi Seru Sambil Bermain Air

Taman Sejarah dibuka pada akhir Januari 2017, meskipun belum diresmikan namun sudah dibuka untuk umum. Berbeda dengan Taman Superhero, Taman Jomblo, ataupun taman - taman di Bandung yang lainnya.

Karena pada umumnya hanya dipergunakan untuk sekedar nongkrong atau silaturahmi, tetapi di disini Anda bisa mengetahui sejarah Bandung dari jaman Wiranatukusumah.

Taman Sejarah Wisata Edukasi Seru Sambil Bermain Air

Setiap kota tentu memiliki sejarahnya masing - masing, begitu juga dengan Kota Bandung. Inilah alasan Kang Emil membuat Taman Sejarah yang sudah selesai pada 22 Januari 2017. Meskipun belum diresmikan namun sudah dibuka untuk umum. Dikonfirmasi saat berada di lokasi taman, Kang Emil membenarkan hal tersebut. Jadi ada yang diresmikan dulu baru dibuka, ada juga yang dibuka dulu baru diresmikan.

Pada peresmiannya Ridwan Kamil mengundang keluarga besar Wiranatakusumah. Bukan tanpa tujuan, Anda yang membaca mungkin bertanya – tanya siapakah beliau? R.A.A Wiranatakusumah disebut sebagai Bapak pendiri Kota Bandung. Mungkin banyak yang belum mengetahui jasanya karena tidak masuk buku sejarah dan lainnya.

Lokasi yang luasnya mencapai 2.600 meter persegi dulunya hanya menjadi tempat parkir untuk pegawai pemerintah kota, tetapi kini disulap menjadi taman wisata edukasi Bandung.

Jadi belajar sejarah di tempat wisata tentu lebih menyenangkan daripada didoktrin seperti di kelas, lalu apa saja yang ada di Taman Sejarah?

Media Kaca dengan Ukiran dan Stiker 

Pemilihan media ini menurut penulis menjadikan tampak elegan, di Taman Sejarah terdapat kurang lebih 16 media kaca yang berjejer rapih.

Di media kaca tersebut terdapat stiker foto – foto Wali Kota Bandung mulai dari Bertus Coops (1928-1934), R.A. Atmadinata (1945-1945), R. Syamsoerizal (1945-1947), Ukar Bratakusumah (1947-1949), R. Enoch (1949-1957), R. Priatna Kusumah (1957-1966), R. Didi Djukardi (1966-1968), R. Hidayat Sukarmadidjaja (1968-1971), R. Otje Djoendjoenan (1971-1976), H.Utju Djoenaedi (1976-1978), R. Husein Wangsaatmadja (1978-1983), H.Ateng Wahyudi (1983-1993), Wahyu Hamidjaja (1993-1998), H.AA Tarmana (1998-2003), H.Dada Rosada S.H., M.Si (2003-2013), dan Mochamad Ridwan Kamil S.T. (2013-sekarang)

Bukan hanya stiker saja, tapi juga ada penjelasan secara singkat dari riwayat hidup dan juga prestasi – prestasi yang dicapai pada semasa hidupnya.

Kolam Kecil 

Di Taman Sejarah juga terdapat kolam kecil untuk tempat bermain anak – anak agar tidak bosan setelah belajar sejarah. Dengan tinggi air hanya sebatas betis orang dewasa sudah cukup untuk menyenangkan anak bermain basah – basahan. Demi menjaga keamanan, tidak lupa ada beberapa petugas keamanan juga yang berjaga di sekitar lokasi.

Pada bagian depan kolam renang ada lukisan, mungkin jika sekilas Anda melihat hanya sebatas lukisan. Ketika penulis berkunjung juga berfikir yang sama, tapi coba lihat lagi karena lukisan tersebut menceritakan asal – usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu.

Taman Sejarah Wisata Edukasi Seru Sambil Bermain Air

Relief 

Terdapat relief berwarna emas pada bagian beberapa dinding, relief ini khusus dibuat untuk menceritakan sejarah Bandung pada era Wiranatakusumah. Seperti yang sudah penulis katakan diawal, karena banyaknya yang tidak tahu beliau maka relief ini dibuat agar jasanya tidak dilupakan.

Alamat Lokasi Taman Sejarah 

Terletak di Jl.Aceh No.53, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung,40117. Taman ini terletak tepat di belakang Taman Balaikota Bandung, sehingga jika Anda selesai mengunjungi Taman Balaikota Anda bisa berjalan sedikit ke belakang.

Taman Sejarah tidak memiliki parkiran yang luas, sehingga penulis menyarankan apabila Anda ingin berkunjung ada baiknya parkir di Taman Dewi Sartika atau Taman Balai Kota. Seperti taman wisata Bandung lainnya, untuk masuk kesini Anda tidak perlu membeli tiket masuk.

Kedepannya juga direncanakan akan ada gedung Bandung Planning Gallery dan Museum Sejarah. Namun saat penulis berkunjung pada hari Sabtu, 28 Januari 2017 keduanya masih belum selesai dan belum dibuka untuk umum.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa – jasa para pahlawannya” Ir.Soekarno (1901-1970)
Jadi jika Anda berniat untuk mengajak berlibur buah hati, jangan lupa untuk membawa si kecil ke salah satu objek wisata di Bandung yang menawarkan pelajaran menarik !

Artikel Terkait