Skywalk Pertama di Indonesia akan ada di Cihampelas Bandung

Setelah berhasil dengan inovasinya membangun berbagai tempat wisata, kali ini kembali Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil menjadi sorotan di masyarakat. Bukan saja revitalisasi taman – taman ataupun sungai. Kang Emil juga memikirkan solusi untuk kemacetan di Kota Bandung, terutama di jalan – jalan yang memang selalu padat pada hari kerja apalagi jika hari libur.

Jika memang jalanan memungkinan untuk melakukan pelebaran jalan itu tidak masalah, namun apabila sudah tidak bisa dilebarkan lagi ini yang menjadi masalah. Jalanan sempit tetapi selalu ramai kendaraan ataupun para pejalan kaki.

Akhirnya pada sekitar Bulan Juli 2014 gagasan ini di rencanakan, apabila di Pasteur atau jalanan lainnya di Kota Bandung yang sekarang kita akan menemui jembatan layang atau flyover. Maka diperkirakan pada akhir Desember 2016 akan ada skywalk di Bandung. Skywalk Bandung ini diklaim akan menjadi yang pertama di Indonesia dan diklaim akan menjadi salah satu tambah ikon di kota kembang.

Skywalk Pertama di Indonesia akan ada di Cihampelas Bandung

Perbedaan antara skywalk dan flyover sebenarnya sangat jauh, walaupun sama – sama berbentuk jembatan tetapi apabila flyover adalah jembatan untuk kendaraan sedangkan skywalk adalah jembatan untuk para pejalan kaki.

Gagasan ini mulai muncul karena Jalanan Cihampelas yang menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Bandung untuk berbelanja berbagai celana jeans atau pakaian lainnya. Sehingga tidak heran apabila Jalan Cihampelas selalu macet pada hari – hari biasa apalagi pada hari libur.

Bukan karena padatnya kendaraan yang melintas, melainkan ada juga faktor lainnya juga. Mulai dari para pejalan kaki yang berjalan kaki di jalan karena trotar sudah sangat dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Sehingga para pejalan kaki apabila berjumlah terlalu banyak maka akan berjalan di pinggir jalan bukan di trotoar lagi. Lalu belum lagi jika menyebrang maka akan menambah parah kemacetan.

Proyek pembangunan Skywalk Cihampelas Bandung ini konon mencapai biaya sekitar Rp 50 miliar, mendengar dananya sudah merinding. Namun Kang Emil sudah menghitung juga masalah biaya ini karena APBD tidak akan cukup untuk melakukan berbagai penataan dalam berbagai sektor. Konon biaya yang mencapai sekitar Rp 50 miliar itu dibiayai para investor perusahaan dalam negeri dan juga Perancis.

Proyek Skywalk Cihampelas ini memiliki panjang 500 meter, dimulai dari pertigaan Rumah Sakit Advent hingga Cihampelas bawah dan sudah mulai dibangun sejak September 2016. Jadi apabila proyek ini sudah selesai, maka ketika akan berbelanja ke Cihampelas tidak perlu membawa kendaraan.

Kendaraan bisa diparkir di Taman Sari lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki di skywalk, ini juga menjadi salah satu tujuan adanya skywalk selain untuk mengurai kemacetan. Kang Emil ingin masyarakat senang dengan budaya berjalan kaki yang tentunya banyak manfaat bagi kesehatan.

Ide ini juga muncul untuk menata para pedagang kaki lima yang masih berjualan di pinggir jalan, karena ini juga menjadi salah satu penyebab kemacetan. Jadi nanti pedagang kaki lima dapat berjualan diatas skywalk, lalu toko – toko yang berada di sekitar Jalan Cihampelas diperbolehkan membangun sampai lantai 3.

Sehingga skywalk tidak untuk mengurai kemacetan dan membuat nyaman para pejalan kaki saja, tapi akan mempermudah para pejalan kaki yang ingin berbelanja ke toko – toko disekitar jalan. Pejalan kaki dapat langsung masuk ke toko melalui lantai teratas dari toko. Mendengar kabar ini tentu saja para pemilik toko menjadi senang, karena akan menambah potensi pendapatan mereka. Desain  skywalk juga akan ada tanaman – tanaman kecil di pinggir dan beberapa taman kecil untuk menambah keasrian.

Di sisi lain pembangunan skywalk ini juga membuat tambah macet karena bagian pinggir jalan yang banyak dipakai untuk membangun beton – beton penyangga jembatan. Untuk mempercepat proses pembangunan juga Jalan Cihampelas kemungkinan akan ada penutupan pada malam hari, sekitar pukul 01:00 sampai 05:00. Karena waktu tesebut adalah waktunya orang beristirahat maka tidak akan ada banyak yang melewati jalan, namun ada penyesuaian pada hari libur.

Artikel Terkait