Pesona Wisata Alam Tebing Keraton di Bandung

Salah satu tempat wisata alam di Bandung yang mulai “hits” diperbincangkan banyak orang pada sekitar tahun 2014 lalu dan popularitasnya terus naik dari tahun ke tahun. Tebing Keraton berada di kawasan Dago ini juga sering disebut “Tebing Instagram”. Ya, karena tebing ini mulai populer semenjak banyak orang yang mempostingnya di berbagai akun sosial media mereka (terutama instagram).

Pesona Wisata Alam Tebing Keraton di Bandung

Diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan Senin,2 Mei 2016. Tebing yang satu ini pada awalnya menjadi populer di kalangan para pecinta sepeda, karena mereka biasanya bersepeda dari Kota Bandung sampai ke Tebing Keraton. Sudah tidak sabar ingin mengetahui ulasan lebih mendalam? Yuk, kita lanjutkan sampai akhir artikel.

Pada bagian setelah ini kami menulis beberapa kisah mistis Tebing Keraton bagi anda yang penasaran dengan berbagai kisahnya, namun apabila anda kurang menyukainya bisa langsung lanjut pada bagian pesona wisata alam Tebing Keraton.

Sejarah, Asal Usul, Misteri/Kisah Mistis, dan Pemberi Nama Tebing Keraton

Dulunya masyarakat sekitar lebih mengenal tempat ini dengan nama Pasir/Cadas/Karang Jontor. Dinamakan demikian karena “pasir” dalam bahasa sunda berarti “bukit” dan “jontor” yang jika diartikan ke Bahasa Indonesia berarti “bengkak ke depan” (maaf sedikit sulit mengartikannya, semoga para pembaca dapat mendefinisikannya) atau jika belum terbayang definisinya itu seperti bibir habis terkena pukulan.

Namun pada sekitar Mei 2014 tebing ini berubah menjadi nama Tebing Keraton. Lalu siapa pemberi nama ini? Penamaan tebing ini dilakukan atas inisiatif salah seorang warga sekitar bernama Kang Ase. Penamaan tebing ini juga tentunya tidak asal.

Terdapat 2 definisi tentang penamaan Tebing Keraton.

Tebing Keraton yang jika diartikan maka artinya memiliki kemegahan, kemewahan, dan keindahan alam untuk dinikmati bersama atau Tebing Keraton yang jika diartikan maka kerajaan mahkluk halus atau berbagai hal lainnya yang berbau mistis.

Kerasukan pernah terjadi kepada pengunjung tempat ini, dan bukan hanya sekali tetapi sempat beberapa kali. Konon ada mahkluk halus yang berbicara melalui mediator bahwa tempat ini harus diberi nama “Bukit Keraton” karena disana adalah keraton/kerajaan para mahkluk halus.

Karena berbagai cerita mistis ini, Tebing Keraton juga bukan hanya dikunjungi oleh para pecinta alam tetapi juga oleh para pecinta mistis karena rasa penasaran dan ingin tahu. Sempat ada komunitas mistis yang mengunjungi tempat ini untuk menguak misteri ini.

Menurut cerita yang saya baca dari salah satu situs pecinta mistis, mediator pertama yang kemasukan membenarkan bahwa tempat ini memang “Kerajaan Ghaib” tapi selanjutnya mahkluk tersebut menyampaikan pesan untuk tetap menjaga dan melestarikan tempat ini dan jangan melakukan hal-hal yang bersifat negatif.

Akhirnya berganti ke mediator selanjutnya, mediator kedua menyampaikan hal yang sama dan menambahkan bahwa pada jaman dahulu kala ada tempat yang dijadikan untuk semedi oleh salah satu Prabu. Tempatnya berada di bawah tebing disitu terdapat sebuah curug dan menyampaikan pesan yang hampir sama dengan mediator sebelumnya.

Namun pada mediator selanjutnya Kang Ase ingin mencoba berkomunikasi, tapi mahkluk yang memasuki tubuh mediator hanya tertunduk dan memberi hormat kepada Kang Ase mengucapkan maaf dan setelah itu pamit.

Semua kisah diatas kembali pada kepercayaan agama masing-masing, namun saran penulis dimanapun kita berada di berbagai tempat wisata alam sebaiknya kita tetap menjaga dan menghormati kebudayaan dan kepercayaan dari masing-masing daerah.

Pesona Wisata Alam Tebing Keraton

Tebing Keraton berada pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut (mdpl). Ketika sampai diatas maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam  Hutan Taman H.Juanda dengan pepohonan hijau yang menjulang tinggi. Tentu tidak hanya itu saja, kita sudah pasti dapat melihat kota kembang dari atas.

Selain itu kita bisa melihat Tangkuban Perahu dari kejauhan, sangat indah sekali melihat Tangkuban Perahu, karena akan terlihat jelas bagaimana bentuk dari perahu yang terbalik. Penulis akan mengulasnya di kesempatan selanjutnya.

Tips Pemilihan Waktu

Sedikit tips dari penulis bagi anda yang ingin mengunjungi salah satu wisata alam di Bandung, adalah saat matahari terbit dan matahari terbenam sebaiknya berkunjung pada musim kemarau. Untuk kenyamanan dan kemanan anda juga, karena jika sewaktu berkunjung lalu hujan tentunya anda harus membawa perlengkapan juga seperti payung dan lainnya terlebih kondisi tanah yang basah harus meningkatkan tingkat kewaspadaan anda agar tidak terpeleset.

  • Jika anda mengunjungi pada saat matahari akan terbit, mungkin anda akan kesulitan untuk mendaki karena harus memakai alat penerangan seperti senter atau bisa juga dari gadget anda. Pengorbanan ini tidak akan percuma karena ketika matahari terbit dan anda sudah sampai diatas anda akan melihat matahari dari bawah mulai menyinari selah-selah pepohonan dan seperti menyapu kabut.

  • Jika anda mengunjungi pada saat matahari akan terbenam, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang menurut penulis cukup romantis apalagi bersama pasangan di wisata alam Bandung yang sedang populer. Awan- awan akan terlihat kekuning – kuningan dan begitu juga dengan pemandangan pepohonan yang disinari dengan warna kuning. Lama – lama matahari akan kembali lagi ke tempat awalnya dan kabut – kabut tipis akan mulai terlihat.
Rute dan Trek Tebing Keraton 

  1. Penulis memposisikan diri mulai dari Gerbang Tol Pasteur, karena gerbang tol yang satu ini sepertinya menjadi favorit bagi para pengunjung dari luar Bandung. Ketika keluar dari Gerbang Tol Pasteur lurus terus, nanti anda ambil arah untuk naik ke Jembatan Layang Pasupati lurus terus. 
  2. Perhatikan disebelah kiri anda, karena nanti akan ada jalan untuk turun jembatan. Setelah turun jembatan kemudian anda lurus terus, ketika ada belokan kiri lalu anda bisa langsung ambil kiri (belokan ini patokannya adalah taman jomblo, akan terlihat disebelah kanan anda). Selanjutnya ada lurus terus saja mengikuti jalan, sampai nanti anda akan melihat McDonalds Simpang Dago disebelah kiri.
  3. Setelah anda melihat McDonalds Simpang Dago berarti rute yang anda lalui sudah benar, darisana anda masih lurus terus nanti anda akan melihat Sheraton Bandung Hotel & Towers di sebelah kanan anda. Lanjut perjalanan lurus lagi.
  4. Selanjutnya anda akan melihat Terminal Dago, tidak jauh didepannya akan ada jalan bercabang. Ambil yang kanan untuk menuju ke arah Bukit Dago Pakar. Tidak jauh beberapa ratus meter anda akan bertemu jalan bercabang lagi masih ambil percabangan jalan yang kanan.
  5. Selanjutnya anda akan melihat Indomaret di sebelah kiri anda, tidak jauh dari Indomaret ada belokan ke kiri. Anda belok kiri disana, belokan tersebut mengarah ke Taman Hutan Raya Ir.H.Juanda. Hati – hati setelahnya karena anda akan bertemu tanjakan dan setelahnya bertemu parkiran Taman Hutan Raya. Masih lurus terus lanjutkan perjalanan.
  6. Pelankan laju kendaraan, karena tidak jauh anda akan melihat jalan bercabang berdekatan dengan warung. Ada petunjuk jalan ke kanan untuk ke Bukit Dago Pakar Utara. Anda belok kanan.
  7. Selanjutnya tanjakan akan semakin menanjak dan jalanan aspal yang rusak, jadi tingkatkan kewaspadaan anda. Lurus terus sampai bertemu Warung Bandrek atau biasa disingkat “Warban”. Jika anda membawa kendaraan roda empat maka biasanya anda hanya akan bisa sampai sini dan naik ojeg keatas dengan tarif sekitar Rp. 50.000 (silahkan bernegosiasi), atau bisa jalan kaki sekitar 2 Km lagi.
  8. Lalu lurus lagi anda akan mulai melihat pemandangan pepohonan hijau dan beberapa pemukiman warga. Lalu tidak jauh akan ada belokan ke kiri sedikit curam dengan papan penunjuk sementara. Jika anda sudah menemui jalanan berbatu dan sangat curam makan hanya tinggal 100 meter lagi akan bertemu gapura pintu masuk wisata alam Tebing Keraton. Jika anda kurang jelas, bisa menggunakan alam penunjuk seperti google maps atau yang lainnya.
Alamat Lokasi dan Informasi

Alamat : Kampung Cihargem Puncak RW.11, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Dago, Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Koordinat Google Maps: -6.8351800, 107.6634118
Jam Operasional : 24 Jam

Harga Tiket Masuk dan Parkir 

Harga tiket untuk wisatawan lokal Rp. 11.000, sementara untuk wisatawan asing Rp. 76.000(ada pembahasan harga tiket ini akan diturunkan menjadi Rp. 51.000 tetapi penulis belum mendapat kepastian informasinya).

Parkir motor Rp. 5.000 dan parkir mobil Rp. 10.000. Biaya camping Rp. 40.000 (membawa peralatan tenda sendiri), jika anda tidak ingin membawa peralatan dan sebagainya anda bisa membayar Rp. 140.000 biaya tersebut sudah termasuk tiket, sarapan, tenda, dan alat penerangan.

Artikel Terkait

Oldest Page